Anything is possible, unless it's not.

Perhatian!


Ini adalah blog lama saya, yang tidak pernah saya update lagi. Anda dapat mengunjungi blog saya yang baru di
http://sawisamuel.blogspot.com/

Terima Kasih

Jumat, 14 Mei 2010

fotografi Explained

hellostr db "Hello World!", 13, 10, '$'
mov dx, hellostr
mov ax, 0x0009
int 0x21

Ada beberapa hal yang perlu diketahui jika kita ingin motret sesuatu yang bagus dengan kamera yang besar seperti SLR (single-lens reflex, kamera guede kayak Canon yang pro punya) atau DSLR (digital SLR). Yang menarik dari kamera ini dibandingkan dengan kamera digital point-and-sh*t-its-out-of-focus, kita bisa melakukan apa yang disebut manual overriding. Karena udah kebiasaan di mikroskop, jadi sepertinya enakan fokus tuh pakai manual. Ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang maksimal dari kamera kita.
  1. Kamera tidak menentukan hasil gambar. Fotografer-nyalah yang menentukan. Sama seperti jika Anda mempunyai Steinway atau Bösendorfer tidak menjadikan Anda seorang pianis handal, mempunyai Canon 7D yang dipasangi lensa Sigma 200-500mm atau Nikon D3 yang dilengkapi dengan flash Nikon SB-900 tidak menjadikan Anda fotografer handal. Jangan menjadi minder jika Anda hanya punya kamera film buatan tahun 1970-an, atau kamera digital yang hanya 3 megapixel. Gambar 3 megapixel cukup untuk membuat sebuah foto yang terlihat profesional dan artistik. http://www.kenrockwell.com/

  2. Kecepatan rana (Shutter speed). Kecepatan rana ini menentukan berapa lama cahaya yang datang dari luar melalui lensa akan membentuk gambar pada film/sensor. Kecepatan rana ini berpengaruh pada terang gelapnya hasil gambar yang terbentuk pada film/sensor. Kecepatan rana yang terlalu lambat akan menyebabkan film/sensor "terbakar" atau menghasilkan gambar yang semuanya putih atau terlalu terang (overexposure). Sedangkan kecepatan rana yang terlalu cepat akan menghasilkan gambar yang terlalu gelap/underexposure. Shutter speed yang lama juga bisa menyebabkan objek menjadi kabur karena gerakannya.

  3. Bukaan diafragma (aperture/f-number/lens speed) Diafragma berguna untuk membatasi cahaya yang masuk ke dalam kamera. Semakin kecil diafragma membuka, semakin sedikit cahaya yang masuk. Akibatnya, rana harus semakin lama menyinari film/sensor untuk mendapatkan gambar dengan terang-gelap/exposure yang tepat. Bukaan diafragma juga mempengaruhi kedalaman ruang/depth of field.

  4. Kepekaan film/film speed/ISO speed menentukan kepekaan film/sensor terhadap. Semakin tinggi angka ISO, semakin tinggi pula kepekaan film/sensor. Film dengan ISO 100 akan membutuhkan penyinaran rana 2 kali lebih lama daripada ISO 200. Film dengan ISO 400 keatas cocok untuk fotografi di dalam ruangan, sedangkan ISO 100 dan 200 cocok untuk fotografi di luar ruangan, atau di dalam ruangan dengan cahaya terang atau flash.

    Biasanya ketiga pengaturan di atas diatur secara otomatis oleh kamera. Namun, hasil pengaturan itu biasanya tepat hanya untuk cahaya yang tersebar secara merata. Ada kalanya kita harus memasukkan pengaturan sendiri agar hasilnya tepat seperti yang kita inginkan.

  5. Komposisi. Tidak kalah penting dengan ketiga hal di atas, komposisi adalah bagaimana pengaturan objek-objek yang hendak dijepret. Hal ini tergantung dari kreativitas masing-masing fotografer. Namun komposisi yang baik itu sesuai dengan aturan sepertiga. Hal ini juga berlaku untuk pembuatan poster, lukisan, dll. Aturan sepertiga meng(tidak)haruskan kita menempatkan garis cakrawala kira-kira 1/3 dari bawah atau 1/3 dari atas, dan point of interest lain pada 1/3 dari samping. Jika subjek (objek?)nya hanya 1, lebih baik jika ditempatkan 5/8 dari samping. Kita juga harus mendapatkan sebanyak mungkin, dalam foto kita, makna-makna yang sesuai dengan tema foto, sama seperti bentuk seni yang lainnya. Contohnya, misalnya kita hendak memotret sebuah pasar tradisional, kita tidak hanya ingin menampilkan orangnya saja, tetapi juga kegiatan jual-belinya, kotornya, beceknya, ramainya, kalau bisa, panasnya, sumpek-nya, dll.

  6. Fokus. Last but not least, tidak ada foto yang lebih "gaje" daripada gambar foto yang tidak terfokus secara benar. Biasanya diatur secara otomatis, tetapi saya lebih suka manual.

Selasa, 11 Mei 2010

Fotografi

Hello world,

"Ternyata sastra, matematika, sama fisika digabung jadi fotografi..." --Josh. A. (pas lagi jalan bareng di Jl. Jend. Sudirman, Bogor)

Teman saya Indra Samala http://www.indrasamala.co.cc/ membawa banyak pengaruh buat hidup saya. Saya mendapat ilmu design dan fotografi darinya. (Begitu pula dengan ilmu rubik's cube dan minesweeper saya pengaruhi hidupnya..)

Ok. Langsung ke isinya. Karena dipengaruhi oleh teman saya yang namanya saya sebutkan di atas (sebenarnya lebih hemat tempat kalau saya sebutkan langsung namanya di sini) saya melihat ke lemari di kamar orang tua saya. Saya menemukan kamera SLR film, bermerktipe Canon EOS 1000 yang sudah 3 tahun tidak digunakan (sejak orang tua saya membeli kamera digital kecil untuk dibawa-bawa.) Saya pun membeli film Fujicolor ISo 200 ISi 36 untuk mencoba kamera itu. Ternyata masih bagus, walaupun film winding-nya agak bermasalah pada mulanya.

Saya mencobanya dengan memotret pajangan berbentuk burung. Karena tidak pakai flash, saya taruh saja pajangan dan kameranya di meja agar stabil selama exposure (proses pembentukan gambar di film dengan cahaya yang masuk melalui lensa) sepanjang 1/2 detik. Saya meragukan hasilnya..

Keesokan harinya saya berjalan keluar dari rumah ke Jl. RE Martadinata, Bogor. Itu adalah jalan raya yang cukup dekat dengan rumah saya. Lalu saya mencoba teknik panning, salah satu teknik yang lumayan susah. Pengaturan exposure (pengaturan banyaknya cahaya yang jatuh di film) di Jl. RE Martadinata ini agak susah karena ada sebagian jalan terkena sinar matahari, sebagian lagi teduh di bawah pepohonan. Saya menjepret beberapa kendaraan yang lewat... dengan shutter speed 1/20 dan bukaan diafragma otomatis... Hasilnya? Belum tahu...

Beberapa hari sesudahnya, yaitu pada hari Minggu, saya menyerahkan film untuk diproses. Ternyata hasil proses-nya belum bisa keluar pada hari itu juga. Terpaksa menunggu sampai besok...

Keesokannya, pada hari Senin, saya berjalan dari sekolah ke tempat proses.. Dan hasilnya.. ternyata sesuai harapan! Tidak ada bagian film yang terbakar, kurang tajam, sobek, atau apalah. Saya memilih 4 diantara 37 frame untuk dicetak... Baru kelihatan over-exposure-nya...

Jumlah uang yang keluar: Rp 27.000,00 film + Rp 10.000,00 cuci + Rp 6.000,00 cetak = Rp 43.000,00 (nilainya Rp 1.162,16 per jepretan)

Selasa, 04 Mei 2010

Pi - Hard 'n Phirm

http://keithschofield.com/pi/std.html

When ink and pen in hands of men
inscribed your form, bipedal 'P'
They draw an altar on which
God has slaughtered all stability

No eyes could ever soak in all the places you anoint
And yet to see you all at once we only need the point

Flirting with infinity
O geometric progeny
That fit inside you, oh, so tight
with triangles that feel so right

Three point one four one five nine
two six five three five eight nine seven
nine three two three eight four six two
six four three three eight-three-two seven-nine

five zero two eight eight four one nine
seven one six nine three nine nine three
seven five one zero five eight two zero
nine seven four nine four four five nine

Your ever-constant harmony says flaw is discipline
The patron saint of imperfection frees us from our sin
And if our transcendental lift should find a final floor
Then man will know the death of God where wonder was before

Yeah, I know this math **** backwards and forwards
Check it out

Bip bi-di-di
I did 3 chicks then I pointed at the door
A girl entered in so that made it 4
I snapped one time in came another 5
Add 'em all up and that makes 9
The average age 26.5
Now that's what I call gettin' some pi
5 of the chicks wore 6-inch heels
2 of the 9 squealed like seals
514 was the area code
Quebec, Canada my winter abode
And my 1.3 million dollar chalet
Pi backwards, pi forwards, all night and all day

Three point one four one five nine
two six five three five eight nine seven
nine three two three eight four six two
six four three three eight-three-two seven-nine

five zero two eight eight four one nine
seven one six nine three nine nine three
seven five one zero five eight two zero
nine seven four nine four four five nine


two three zero-seven-eight one six four
zero six two eight six two zero eight
nine nine eight six two eight zero three
four eight two five three four two one

one seven zero six seven nine eight two
one four eight zero eight six five one
three two eight two three zero six six
four seven zero nine three eight four four

six zero nine five five zero five eight
two two three one seven two five three
five nine four zero eight one two eight
four eight one one one seven four five

zero two eight four one zero two seven
zero one nine three eight five two one
one zero five five five nine six four
four six two two nine four eight nine.....