Anything is possible, unless it's not.

Perhatian!


Ini adalah blog lama saya, yang tidak pernah saya update lagi. Anda dapat mengunjungi blog saya yang baru di
http://sawisamuel.blogspot.com/

Terima Kasih

Selasa, 11 Mei 2010

Fotografi

Hello world,

"Ternyata sastra, matematika, sama fisika digabung jadi fotografi..." --Josh. A. (pas lagi jalan bareng di Jl. Jend. Sudirman, Bogor)

Teman saya Indra Samala http://www.indrasamala.co.cc/ membawa banyak pengaruh buat hidup saya. Saya mendapat ilmu design dan fotografi darinya. (Begitu pula dengan ilmu rubik's cube dan minesweeper saya pengaruhi hidupnya..)

Ok. Langsung ke isinya. Karena dipengaruhi oleh teman saya yang namanya saya sebutkan di atas (sebenarnya lebih hemat tempat kalau saya sebutkan langsung namanya di sini) saya melihat ke lemari di kamar orang tua saya. Saya menemukan kamera SLR film, bermerktipe Canon EOS 1000 yang sudah 3 tahun tidak digunakan (sejak orang tua saya membeli kamera digital kecil untuk dibawa-bawa.) Saya pun membeli film Fujicolor ISo 200 ISi 36 untuk mencoba kamera itu. Ternyata masih bagus, walaupun film winding-nya agak bermasalah pada mulanya.

Saya mencobanya dengan memotret pajangan berbentuk burung. Karena tidak pakai flash, saya taruh saja pajangan dan kameranya di meja agar stabil selama exposure (proses pembentukan gambar di film dengan cahaya yang masuk melalui lensa) sepanjang 1/2 detik. Saya meragukan hasilnya..

Keesokan harinya saya berjalan keluar dari rumah ke Jl. RE Martadinata, Bogor. Itu adalah jalan raya yang cukup dekat dengan rumah saya. Lalu saya mencoba teknik panning, salah satu teknik yang lumayan susah. Pengaturan exposure (pengaturan banyaknya cahaya yang jatuh di film) di Jl. RE Martadinata ini agak susah karena ada sebagian jalan terkena sinar matahari, sebagian lagi teduh di bawah pepohonan. Saya menjepret beberapa kendaraan yang lewat... dengan shutter speed 1/20 dan bukaan diafragma otomatis... Hasilnya? Belum tahu...

Beberapa hari sesudahnya, yaitu pada hari Minggu, saya menyerahkan film untuk diproses. Ternyata hasil proses-nya belum bisa keluar pada hari itu juga. Terpaksa menunggu sampai besok...

Keesokannya, pada hari Senin, saya berjalan dari sekolah ke tempat proses.. Dan hasilnya.. ternyata sesuai harapan! Tidak ada bagian film yang terbakar, kurang tajam, sobek, atau apalah. Saya memilih 4 diantara 37 frame untuk dicetak... Baru kelihatan over-exposure-nya...

Jumlah uang yang keluar: Rp 27.000,00 film + Rp 10.000,00 cuci + Rp 6.000,00 cetak = Rp 43.000,00 (nilainya Rp 1.162,16 per jepretan)

2 komentar:

  1. saya beli fuji superia iso200 d puncak photo studio hanya Rp25.000,-

    BalasHapus
  2. (wew) saya terlalu mahal dong.. saya tadinya hendak beli di SS Foto, tetapi filmnya disana habis, ya, jadi jalan lebih jauh sedikit ke toko yang ada di dekatnya, Rp27.000 di sana

    BalasHapus